Bias keindahan matamu masih jelas terekam dalam bait ingatan dan puing-puing hati yang mulai berserakan.
Senyum itu, lebih dulu tersimpan jauh sebelum rasa ini menggema. walau hanya pada senja ku lantunkan semua ke kagumanku, walau hanya lewat keindahan lembayung jingga, atau hanya melalui rintik tangisan bumi..
Tapi keyakinanmu lah yang akan merubah asumsi kata 'walau dan hanya' menjadi sebuah pengharapan yang luar biasa.
Biarkan aku mengagumimu lewat keanggunan senja...
Sebait kalimat yang mewakili betapa sempitnya ruangku menikmati keindahanmu. Ya, hanya dibalik senja yang jingga itu saja aku dapat melihat kesederhanaan pesona senyummu. Walau singkat, tapi takkan pernah mengurangi besarnya kekaguman ini. Sedikitpun sama sekali tak pernah ada perubahan atas rasa yang lumayan lama tersimpan rapi pada deretan ilusi.
Biarkan aku menggumimu lewat keanggunan senja...
Sebaris permohonan yang mungkin suatu saat nanti akan terucap sendiri dari mulutku, dan itu dihadapanmu. Walau nanti... ya nanti, karena mungkin untuk saat ini menyimpan sendiri keindahanmu dan menatap dalamnya aura matamu sudah lebih dari cukup untukku
0 Komentar