Saat pertemanan di jadikan sampah saja
Terserah, itu maumu
Diam adalah jawab singkatku
Namun kau harus pahami makna dari itu
Aku sendiri, menanti, iri ..
Kau caci, penuh benci
Miris nampak dari luar
Bahkan jauh lebih perih dikedalaman
Tak ingatkah dirimu ?
Aku merangkul tanganmu ketika kau terluka
dan ku hapus sebait nestapa itu
Ahh namun percuma, tak ada guna saja
Kau berlari, aku menanti
Racun yang menjadi candu mencocoki
Ribuan rasa yang seketika mati
Terbawa arus, menusuk diri...
Aku masih disini
Menahan laju masa depan yang seketika datang
Aku masih berdiri, mungkin hingga nanti
Tanpamu teman, tanpamu lawan
Mungkin itu duniamu
Tapi kau masih jadi duniaku
Kawan, racunmu membuatku bertahan
Menantang masa, menyapu rasa ..
0 Komentar