Bismillahirrahmaanirrahiim..
Benarlah tentang apa yang dikatakan banyak orang selama ini,
bahwa disetiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan.. Baik berakhir dengan
bahagia, ataupun sebaliknya (duka). Akan diiringi tawa dan haru bangga, ataukah
tangis kepedihan. Itu semua tergantung bagaimana cara kita memulai perjumpaan,
dan bagaimana kita menjalani kebersamaan yang telah dilewatkan. So, apapun
kesan perpisahan yang kita rasakan adalah berbanding lurus dengan apa yang kita
lakukan saat "pertemuan" dan saat kita menjalani
"kebersamaan".
Dan kini, mungkin waktu perpisahan itu akan segera kita
alami. Ya, kita.. OSIS CREW 011. Dengan berakhirnya masa jabatan kita sebagai
pengurus OSIS di SMKN 1 Karawang periode Tahun 2011/2012, mungkin akan berakhir
pula kebersamaan dan kedekatan kita selama kurang lebih 2 tahun ini :(. Faktor
kesibukan menjelang UJIKOM, UAS, dan yang terakhir adalah UN, sedikit banyaknya
akan sangat mengurangi intensitas pertemuan kita, lebih parahnya dari itu,
mungkin walau "dalam satu lingkungan sekolah" kita akan sangat jarang
merasakan pertemuan :( *jujur, ini yang paling bikin takut*
Kesampingkan dulu urusan itu, anggap saja masa jabatan kita
adalah masih 2 tahun mendatang. *boleh kah aku tersenyum lebar kawan? :D*
Anggap saja semuanya khayalan yang pernah kita lakukan
bersama. Kenapa khayalan? karena kita hanya sekedar mengulas balik tanpa
merasakan hal yang sesungguhnya. hmm :((
Jangan bertanya seberapa banyak airmata yang kita keluarkan,
jangan beragumen dan berdebat seberapa hebat dan seberapa kuat emosi kita saat
kita berbeda pendapat, yang jelas semua adalah bentuk kebahagian yang
benar-benar kita perjuangkan, bersama..
Persahabatan, kekeluargaan, kebersamaan.. begitu asing
diawal "masa jabatan". Tingkat keegoisan yang entah setingkat dengan
anak sd mana, ketidak sukaan akan sikap masing-masing kawan, dan masih banyak
lagi... Adalah pemicu dan faktor utama yang sering kali menghambat gelak tawa
bahagia kita. *so stupid we are -____- zzzz*
Tapi itulah.. itu salah satu hal mengharukan yang bisa
kenang. * i love u so much guys mwaa*
Bahkan saat satu persatu dari kita yang tak mampu bertahan,
kita masih teguh dalam pendirian, kita akan menemukan kebahagian. Walau
berserak, walau tak selengkap dulu, walau tak sesempurna masa lalu. Tapi yang
jelas, kita tetaplah satu, dengan segala kekurangan kita, dengan segala
kealpaan yang kita punya. Kita tetap bersama, dan BISA!!
2 tahun, bukan waktu yang singkat, bukan pula waktu yang
lama untuk mengenal karakter dan kepribadian kita secara menyeluruh. Rasanya
butuh waktu lebih panjang dari ini untuk kita saling memahami masing-masing
tanpa meninggalkan cacat sedikitpun. Rasanya 2 tahun terlalu memaksa kita
berpisah dengan kebersamaan yang telah menyatukan kita. Lalu menyerahkah kita
pada waktu? atau mengulum kerinduan seraya berkata "kita akan baik-baik
saja walau tak bersama" ah terlalu munafik nampaknya. Kita butuh lebih
dari sekedar ini, kita masih butuh didewasakan oleh sesuatu yang dinamakan
persahabatan, kawan..
Kita yang kini tengah punya dua adik, rupanya terlalu
kekanakan untuk menjadi seorang kaka yang bisa dijadikan panutan.. Dengan
segala kebodohan, kepolosan yang mengherankan, dan apapun yang menjadi sumber
tawa, mungkin tak patut mereka lihat apalagi mereka jadikan acuan untuk melakukan
perbaikan. Tapi yang ku tahu, kita selalu mengajarkan bahwa persahabatan dan
kekeluargaan adalah alasan terbesar untuk bertahan.. dan sekarang, lihatlah
adik-adik kita.. mereka "yang hebat" terbentuk dari kita "yang
berusaha kuat"..
Jemari bisu yang mewakili hati kelu, telah mencoba
menuliskan kekuatan untuk bertahan.. karena kalian, kawan..
Jalinan rasa kita bukan sebuah tabir yang perlu diungkap
bukan pula sebuah rahasia yang perlu ditutup-tutupi..
Kita abadi..
nalar diri mungkin saja termaknai hati
namun nurani?
Kadang menelaah sendirian, tanpa kesiapan, kurang sebuah pedoman..
jika tanpamu teman..
Aku dilengkapi oleh persendian kesetiaanmu
merekat hebat, kuat, pada tiap-tiap asa
yang mulai merapuh, roboh..
Kau membangunkanku..
saat tersungkur, ketika mimpi terkubur
Kau ajariku berjalan
menapak duri-duri pencapaian keberhasilan
Setiap saat, setiap helaan nafas sesak..
Aku berjalan, kau ajariku berlari sendirian..
Aku bertahan, kau perintahkanku bergerak melawan kehidupan..
Hingga ku tahu, kau adalah teman..
bukan lawan yang harus aku robohkan..
Berlebihan ataupun tidak..
Yang jelas, hujan airmata masih tetap jadi teman setia saat
semua "tentang kita" berotasi dalam otakku. Semuanya terlanjur
membekas, menjadi sebuah bait-bait mimpi baru yang dimasa depan ingin kembali
kuwujudkan, bersama kalian kawan..
Kita hanya awan hitam. Mengundang hujan, mengundang
kemalasan, dan orang beranggapan hal itu sangatlah tidak dibutuhkan. Tapi satu
keyakinanku, bahwa pelangi yang terbias mentari membutuhkan kelabu (awan
mendung) yang akan menghasilkan spectrum warna yang begitu menakjubkan.. dan
pelangi itu adalah adik-adik kita nantinya (semoga)..
Terimakasih kawan, telah bersedia menjadi salah satu bagian
terpenting pencapain semua mimpi dan harapku. Terimakasih telah menjadi awan
mendung yang membentuk pelangi-pelangi indah itu.. Tetaplah rendah hati seperti
sekarang ini.. Aku yakin, kalian adalah penjual minyak wangi yang Rasulullah
analogikan :)
--deskripsi tentangmu--
0 Komentar