(Ini tulisan lama, sekitar satu tahun lalu. Baru sempat diposting di note facebook saja saat itu. Dan baru ingat, kalau di blog ini belum ada :D hihi. Happy reading :) )

Menjadi orang jahat, nyatanya jauh lebih mudah untuk dilakukan..


Ya, itulah persepsi saya selama ini. Karena memang kenyataannya seperti itu. Tak semudah membalikkan telapak tangan saat kita berusaha menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, apa lagi jika dunia tau kita memiliki masa lalu yang mereka anggap tidak akan pernah bisa dirubah, dan amat sangat terpatri pada diri kita. Orientasi dan pemikiran (hampir) semua orang itu adalah lebih banyak menjurus akan hal-hal buruk yang selama ini kita lakukan, dan hal itu lebih cenderung mereka ingat sekalipun tak sedikit kebaikan yang kita lakukan.. hhm, manusiawi. Karena memang kita adalah manusia :D


Tapi apakah hal itu yang menghambat niat kita untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya? apakah hal itu juga yang membuatmu menyerah, dan berfikiran untuk kembali menjadi "penjahat" yang dianggap biasa tapi sebenarnya amat sangat tidak biasa? Please dear, jangan berpikir dangkal seperti itu :) jalan indah berliku kita baru saja dimulai, langkah kaki kita baru saja sejengkal, jangan jadikan pemikiran orang-orang yang tak menginginkan kita berkembang menjadi penghalang kita untuk terus melanjutkan proses perubahan itu..


Coba ingat kembali apa yang menjadi alasan terbesar kita untuk melakukan perubahan itu? tentunya karena kita menyadari, bahwa "kita" selama ini telah menjadi orang yang salah. Dan itu lah, hampir semua orang yang ingin melakukan perubahan itu adalah orang-orang yang ingin memantaskan dirinya untuk menjadi seseorang yang merasakan kebaikan, khususnya pada dirinya sendiri.. Itu bukan hal yang salah, malah menurut saya hal itu wajib kita lakukan. Karena pada dasarnya semua orang itu diwajibkan untuk terus-terusan berkembang menjadi lebih baik, sehingga menjadi seseorang yang lebih maju, iya kan?


Tapi kembali kepada permasalahan awal. Krisis dan permasalahan yang pernah kita buat rupanya membuat "mereka" tak semudah itu "percaya" bahwa kita memang sudah berubah atau tengah berubah.Jadi? yasudah, biarkan saja mereka dengan persepsinya itu :D toh kembali pada niat awal, tujuan kita adalah menjadi orang yang lebih baik, dan untuk siapa? tentunya untuk diri kita sendiri kan? lalu, kenapa masih harus dipermasalahkan?Sebetulnya tindakan mereka yang tidak mempercayai apa yang kita lakukan itu adalah suatu permintaan, yups! permintaan agar kita benar-benar melakukan perubahan itu. Mereka hanya menginginkan suatu pembuktian bahwa apa yang kita katakan itu harus dibuktikan melalui tindakan :)


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri" (QS. Ar-Ra'd : 11)


So, jangan pernah takut untuk menjadi seseorang yang jauh lebih baik hanya karena omongan orang-orang disekitarmu. Jangan pernah resah juga akan perubahan yang tengah kita lakukan, Allah akan selalu bersama orang-orang yang berniat baik. Fokuskan diri untuk tetap teguh memegang prinsip itu, jangan sampai tergoyahkan karena bisik orang-orang yang sebenarnya tak tahu tentang diri kita yang sebenarnya. Insya Allah, jika memang tujuan kita itu adalah sesuatu yang baik dan tak merugikan orang lain, maka akan menuai sesuatu yang baik pula..